Pelaksanaan inovasi PLATINUM (Pelatihan Numerasi) di SMP negeri 1 Selogiri menghasilkan perubahan positif pada kemampuan numerasi peserta didik, proses pembelajaran, kualitras asesmen, serta pengelolaan tindak lanjut pembelajaran.

  1. Peningkatan Capaian Numerasi

PLATINUM berhasil meningkatkan capaian kemampuan numerasi peserta didik melalui kegiatan latihan dan pembiasaan numerasi yang dilakukan secara terstruktur. Presentase 41,74% menjadsi 54,58% atau mengalami kenaikan sebesa 12,84 poin presentase.

Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan kemampuan [eserta didik dalam memahami informasi kuantitatif, menggunakan konsep matematika, menemukannstrategi penyelesaian, serta menerapkan pengetahuan numerasi dalam permasalahan kontekstual.

  1. Peningkatan Hasil Asesmen

Hasil inovasi juga terlihat pada peningkatan capaian asesemen matematika. Persentase hasil asesmen meningkat dari 53,52% menjadi 67,03% atau mengalami kenaikan sebesar 13,51 point pesentase.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa latihan numerasi yang dilakukan secara rutin dan berbasis permasalahan kontekstual memberikan kontribusi terhaap kemampuan peserta didik dalam memahami soal, melakukan penalaran, menginterpretasikan informasi dan menyelesaikan masalah.

  1. Pembelajaran Numerasi Menjadi Lebih Aktif dan Kontekstual

Penerapan PLATINUM menghasilkan perubahan dalam proses pembelajaran.peserta didik tidak lagi hanya menerima penjelasan dan mengerjakan soal secara prosedural, tetapi terlibat dalam aktivitas mengamati masalah, mengeksplorasi informasi, berdiskusi, menganalisis data, menemukan strategi serta mengomunikasikan hasil pemikirannya. Permasalahan yang digunakan dalam latihan dikaitkan dengan situasi kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik dapat memahami bahwa konsep matematika memiliki manfaat nyata dalam kehidupan.

  1. Menignkatnya Kemampuan Bernalar dan Memecahkan Masalah

PLATINUM menghasilkan perubahan pada jenis aktivitas numerasi yang diberikan kepada peserta didik. Latihan tidak hanya menekankan kemampuan berhitung tetapi juga mengembangkan kemampuan bernalar, menganalisis informasi, menginterpretasikan data, mengevaluasi strategi dan mengambil keputusan. Dengan demikian, peserta didik mulai terbiasa menghadapi permasalahn yang memiliki lebih dari satu langakah penyelesaian dan membutuhkan kemampuan berpikir kritis.

  1. Peningkatan Kualitas Asesmen

Inovasi PLATINUM menghasilkan pengembangan asesmen yang lebih berorientasi pada kemampuan numerasi. Instrumen asesmen tidak hanya mengukur ketepatan hasil perhitungan, tetapi juga mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami konteks, menggunakan informasi, memberikan alasan dan menentukan strategi penyelesaian masalah.

  1. Umpan Balik Pembelajaran Menjadi Lebih Cepat

Pemanfaatna teknologi dalam PLATINUM menghasilkan proses evaluasi dan pemberian umpan balik yang lebih cepat. Sebelum inovasi, umpan balk hasil latihan dan asesmen membutuhkan waktu sekitar 3-5 hari. Setelah penerapan PLATINUM, hasil pengerjaan dan informasi capaian dapat dieroleh secara real-time (0 hari). Kondisi tersebut memungkinkan guru lebih cepat mengetahui kesalahan dan kesulitan peserta didik sehingga tindak lanjut pembelajaran dapat segera dilakukan.

  1. Meningkatnya Pemanfaatan Data untuk Tindak Lanjut Pembelajaran

Data hasil latihan dan asesmen yang memperoleh melalui PLATINUM dapat digunakan muntuk memetakan perkembangan kemampuan numerasi peserta didik. Guru dapat mengidentifikasi materi atau kompetensi yang masih menjadi kendala serta menentukan bentuk intervensi yang sesuai.

Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih berbasis data dan keputusan pembelajaran tidak hanya didasarkan pada perkiraan guru, tetapi ada informasi capaian peserta didik.